Pandemi Covid-19, vaksinasi dan Fatwa MUI Nomor 13 Tahun 2021: Injeksi tak membatalkan Puasa

TETAPSETIA.com, 30/3/21 (Jakarta): Medio Maret lalu, tepatnya hari Selasa (16/3/21) sudah keluar Fatwa MUI terkait pandemi Covid-19, aksi vaksinasi dan Puasa.

Dilansir dari mui.or.id, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menggelar sidang pleno untuk memutuskan Fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 pada saat berpuasa. Ini menyusul beberapa hari lagi akan memasuki bulan Ramadhan.

Khusus terkait vaksinasi, Komisi Fatwa MUI Pusat sudah pernah mengeluarkan Fatwa Nomor 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi.

“Ini sebagai panduan bagi umat Islam agar dapat menjalankan puasa Ramadhan dengan memenuhi kaidah keagamaan. Pada saat yang sama, ini dapat mendukung upaya mewujudkan herd immunity melalui vaksinasi Covid-19 secara masif,” ujar Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh, Selasa (16/3/21) di Jakarta.

Tidak membatalkan Puasa

Dia mengemukakan, vaksinasi sendiri adalah pemberian vaksin dengan cara disuntikkan atau diteteskan ke dalam mulut, untuk meningkatkan produksi antibodi guna menyangkal penyakit tertentu.

Pada kasus vaksinasi Covid-19 ini, jenis vaksin yang digunakan dengan menyuntikkan obat atau vaksin melalui otot. Model ini dikenal juga dengan istilah injeksi intramuskular.

“Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuskular (suntik) tidak membatalkan puasa. Hukum melakukan vaksinasi Covid-19 bagi umat Islam yang sedang berpuasa dengan cara injeksi intramuskular adalah boleh, sepanjang tidak menyebabkan bahaya (dharar),” ujarnya.

Dalam fatwa tersebut, menurutnya, MUI merekomendasikan pemerintah melakukan vaksinasi Covid-19 pada bulan Ramadhan. Sehingga penularan Covid-19 dapat dicegah.

Injeksi malam hari

Vaksinasi pada bulan Ramadhan tersebut juga harus memperhatikan kondisi umat Islam yang sedang berpuasa.

Nah, agar vaksinasi tetap berlangsung lancar, dalam fatwa tersebut, ujar Kiai Niam, juga merekomendasikan agar vaksinasi dilaksanakan pada malam hari.

Jika vaksinasi dilaksanakan pada siang hari, dikhawatirkan bisa membahayakan masyarakat yang sedang berpuasa, karena kondisi fisik mereka lemah.

“Umat Islam wajib berpartisipasi dalam program vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan oleh Pemerintah untuk mewujudkan kekebalan kelompok dan terbebas dari wabah Covid-19,” papar KH Asrorun Niam Sholeh. *** Jeffrey Rawis (TS-MUI/jr)

Leave a Reply

Your email address will not be published.